Dalam studi disiplin ilmu ekonomi kita sering mendengar istilah ekonomi mikro dan ekonomi makro, namun kadang kita semua tak mengerti apa maksud dari istilah tersebut. Pada kesempatan ini kita akan sedikit bercengkrama untuk mengenal konsep ekonomi mikro yang memiliki peran vital dalam suatu tatanan perekonomian baik dalam skala kecil maupun skala besar.
Ilmu ekonomi mikro atau yang sering juga disebut mikro ekonomi adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perihal prilaku konsumen dan perusahaan serta bagaimana proses penentuan harga pasar ata barang dan jasa itu terbentuk. Lebih spesifik lagi ekonomi mikro melakukan penelitian tentang bagaimana prilaku konsumen dan perusahaan dapat mempengaruhu penawaran dan permintaan yang nantinya akan menentukan harga dan juga bagaimana harga dapat mempengaruhi jumlah penawaran dan permintaan akan barang dan jasa.
Jika kita bandingkan dengan konsep ekonomi makro maka dapat terlihat jelas perbedaan dari kedua konsep ini, perbedaan itu terletak pada objek penelitiannya. Jika konsep ekonomi mikro meneliti prilaku konsumen dan perusahaan dalam mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran yang nantinya akan menentukan harga maka konsep ekonomi makro membahas masalah dan aktivitas ekonomi secara lebih menyeluruh yaitu kajian atas pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran dan berbagai kebijakan perekonomian yang dapat mempengaruhi situasi perekonomian.
Konsep ekonomi mikro sendiri mempunyai tujuan untuk menganalisa mekanisme pasar yang membentuk harga relatif atas barang dan jasa yang diperjual belikan dan alokasi. Selain itu ekonomi mikro juga menganalisa kegagalan pasar yang terjadi ketika pasar yang menjadi objek penelitiannya gagal dalam memproduksi hasil yang efisien guna mencapai titik keseimbangan “equilibrium” serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan agar terbentuk pasar persaingan sempurna dan tidak lupa pula kajian mengenai elastisitas produk dalam system pasar.
Dalam ekonomi mikro kegagalan pasar bukan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu pasar tidak berfungsi lagi melainkan menggambarkan situasi dimana pasar mampu mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen secara efisien. Ada banyak penggunaan istilah ini, tergantung pada yang menggunakannya. Misalnya saja seorang ekonom biasanya memakai istilah kegagalan pasar ketika ada sugesti bahwa intuisi non pasar akan member hasil yang diinginkan, pada konteks politik istilah kegagalan pasar digunakan untuk situasi pasar saat dipaksa untuk tidak melayani kepentingan public atau tidak berpihak ke public.

0 comments:
Post a Comment